Makassar

Petarung Sejati Terpilih Secara Aklamasi

 

Suarindonesia, Makassar-Berbagai tantangan dan rintangan dalam evoria suksesi pemilihan ketua PWI Prov.Sulsel, Suwardi Thahir dan Dahlan Abubakar saat persiapan masa pencalonan sebagai calon ketua PWI dan Calon DKP Provinsi Sulsel.

Terjawab dari buah kesabaran mengikuti seluruh rangkaian, dan tahapan pendaftaran dapat dipenuhi, akhirnya resmi ditetapkan sebagai calon Ketua PWI dan calon DKP.

Konferensi PWI Sulawesi Selatan yang berlangsung di Ballroom Graha Pena, Makassar, telah usai dilaksanakan, dan resmi memasuki era kepemimpinan baru.Selasa (2/6/2026). Akhirnya Suwardi Thahir terpilih secara aklamasi, untuk periode 2026-2031.

Penetapan tersebut dilakukan setelah calon lainnya, Amrullah Basri, menyatakan mengundurkan diri dari proses pemilihan. Tentu ini sikap bijak, dan kesatria yang patut dicontoh, Keputusan itu membuat forum konferensi secara bulat menetapkan Suwardi Thahir sebagai ketua terpilih tanpa melalui mekanisme pemungutan suara.
Proses tersaebut, berlangsung dalam suasana kondusif, demokratis, dan penuh semangat kekeluargaan. Aklamasi yang mengantarkan Suwardi Thahir ke kursi ketua dinilai menjadi cerminan kuatnya dukungan dan kepercayaan anggota terhadap sosok yang selama ini dikenal aktif dalam pengembangan kualitas konpetensi jurnalistik di Sulawesi Selatan.

Suwardi bukan nama baru di lingkungan pers Sulsel. Ia memiliki pengalaman panjang di dunia jurnalistik dan kerap terlibat dalam berbagai kegiatan peningkatan kompetensi wartawan, termasuk sebagai penguji dalam pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Dalam pernyataan usai terpilih, Suwardi menegaskan komitmennya untuk menjadikan PWI Sulsel sebagai organisasi yang terbuka dan mampu merangkul seluruh anggota tanpa sekat.

“Saya termotivasi menjadi Ketua PWI Sulsel karena ingin PWI Sulsel sebagai organisasi yang inklusif. Tidak eksklusif,” ujar Suwardi.

Menurutnya, organisasi profesi wartawan harus menjadi rumah bersama bagi seluruh anggota, tanpa membedakan latar belakang media maupun kelompok tertentu.dan ini sudah lama menjadi harapan teman-teman Jurnalis di Sul-sel.

Terpilihnya Suwardi Thahir sekaligus membawa harapan baru bagi organisasi wartawan tertua di Indonesia. Di tengah perubahan lanskap media yang semakin cepat, dunia pers dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari disrupsi digital, maraknya penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, hingga kebutuhan peningkatan kapasitas dan kompetensi wartawan, menjadi bahagian dari tanggung dalam menyikapi era digitalisasi, Genzet.

Seiring dengan hal tersebut diatas, tentunya sebagai insan pers, harus melek mengikuti era tersebut, merubah mindset, mengupgrade diri, dalam menghadapi tantangan jaman now.

Selama lima, ke depan, Suwardi Thahir, diharapkan mampu memperkuat soliditas internal organisasi, meningkatkan kualitas sumber daya wartawan, serta menjaga independensi dan profesionalisme pers di Sulawesi Selatan.

Selain itu, PWI Sulsel juga diharapkan semakin aktif menghadirkan program pendidikan, pelatihan, dan UKW guna mencetak jurnalis yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tuntutan perkembangan industri media modern.

Konferensi PWI Sulsel, menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi kedepan. Di tengah derasnya arus digitalisasi informasi dan meningkatnya tantangan penyebaran hoaks, keberadaan organisasi profesi yang kuat dinilai semakin penting untuk menjaga kualitas, etika, dan kredibilitas jurnalisme.

Dengan terpilihnya secara aklamasi, Suwardi Thahir kini memikul tanggung jawab besar untuk membawa PWI Sulsel menjadi organisasi yang semakin solid, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu menjadi mitra strategis dalam mendukung pembangunan daerah melalui pemberitaan yang edukatif, berimbang, dan bertanggung jawab.

Proses demokrasi di PWI sulsel, secara aklamasi juga menjadi sinyal kuat atas harapan besar insan pers Sulawesi Selatan terhadap kepemimpinan Suwardi Thahir dalam memperkuat peran media sebagai pilar demokrasi yang independen, profesional, dan terpercaya. (*)