Suarindonesia. Com Pasangkayu– Ketua DPRD Kabupaten Pasangkayu, Irfandi Yaumil Ambo Djiwa, memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Aspirasi, Senin (27/7/2026).
Rapat ini merupakan kelanjutan dari agenda sebelumnya yang diskors karena data tidak siap. Namun, kali ini PT Awana Sawit Lestari mangkir dari undangan tanpa pemberitahuan. Sikap perusahaan ini memicu kemurkaan Ketua DPRD dan seluruh anggota dewan yang hadir.
Irfandi menilai tindakan mangkir sebagai bentuk penghinaan terhadap DPRD dan masyarakat.
“Saya sangat murka dengan sikap perusahaan PT Awana,” tegasnya.
Perusahaan dianggap tidak serius menangani keluhan warga tentang limbah asap dan pembakaran jangkos. Masalah ini sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa kejelasan solusi.
Menghadapi sikap perusahaan, Irfandi mengumumkan langkah tegas. DPRD akan membentuk panitia khusus (pansus) untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat.
“Insya Allah kami akan bentuk tim khusus atau pansus untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat yang sudah bertahun lamanya terkait limbah PT Awana,” ujarnya.
Pansus akan menggali seluruh aspek permasalahan secara mendalam.
Ketua DPRD juga mengancam merekomendasikan penutupan perusahaan kepada kementerian terkait. Ia bahkan siap memimpin langsung penyegelan pabrik.
“Saya tidak segan-segan buat rekomendasi meminta kementerian agar melakukan penutupan perusahaan PT Awana. Saya juga akan memimpin masyarakat untuk melakukan penyegelan perusahaan PT Awana. Sudah keterlaluan mereka ini,” tegas Irfandi.
Irfandi mengungkap dugaan pelanggaran izin, termasuk jarak pabrik dengan pemukiman.
“Izin mereka itu banyak direkayasa termasuk jarak 2 kilometer dari pemukiman warga tidak dipenuhi,” jelasnya.
Limbah udara dari pabrik sangat merugikan warga sekitar. DPRD bertekad mengambil langkah konkret untuk melindungi hak-hak masyarakat.
RDP tanpa kehadiran perusahaan menjadi titik balik penanganan kasus limbah. Masyarakat menyambut baik langkah tegas yang dijanjikan. Mereka berharap pansus mengungkap pelanggaran dan membawa keadilan. Nasib PT Awana Sawit Lestari kini berada di ujung tanduk.
