Palopo

BUNDA NETI ASAL PALOPO IKUT PRIHATIN SOAL ANTRIAN BBM

 

Suarindonesia.com-Palopo_ – Keluhan masyarakat terkait antrean panjang pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat kembali mencuat. Kali ini suara itu datang dari *Bunda Neti*, tokoh masyarakat asal Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

Bunda Neti mengaku prihatin melihat kondisi di sejumlah SPBU yang dipadati warga sejak pagi hingga malam hari. Antrean panjang tidak hanya terjadi di SPBU dalam kota, tetapi juga di jalur lintas yang menjadi urat nadi distribusi.

“Saya turun langsung lihat. Ibu-ibu, bapak-bapak, bahkan anak sekolah yang pakai motor rela antri berjam-jam demi dapat solar dan pertalite. Kasihan sekali. Ini sudah bukan persoalan biasa, ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” ujar Bunda Neti saat ditemui di Palopo, Selasa (13/9/2026).

*Dampak ke Ekonomi Warga*
Menurut Bunda Neti, antrean panjang ini berdampak langsung ke roda ekonomi masyarakat. Para pengemudi ojek, sopir angkot, hingga pelaku UMKM yang bergantung pada BBM mengeluhkan pendapatan mereka menurun karena terlalu banyak waktu habis di antrean.

“Yang jualan pakai motor harus tutup lebih cepat karena ngantri BBM. Yang sopir angkutan barang telat kirim barang. Harga-harga juga ikut naik. Jadi efeknya berantai kemana-mana,” jelasnya.

Ia juga menyoroti kondisi petugas SPBU yang bekerja ekstra di tengah tekanan warga. Bunda Neti meminta agar semua pihak tetap menjaga kondusivitas dan tidak terpancing emosi.

Bunda Neti mendesak pihak terkait segera turun tangan mencari solusi jangka pendek maupun jangka panjang.

“Saya minta pemerintah jangan tinggal diam. Koordinasi dengan Pertamina agar pasokan ditambah, jam operasional SPBU diperpanjang, dan pengawasan diperketat.

Ia juga mengapresiasi warga Palopo dan sekitar dan yang tetap tertib meski harus mengantri lama.
“Saya bangga dengan warga kita. Tetap sabar, tetap antri dengan baik. Tapi kesabaran juga ada batasnya. Karena itu pemerintah harus hadir,” tambahnya.

*Harapan*
Di akhir perbincangannya, Bunda Neti berharap situasi distribusi BBM segera normal kembali agar masyarakat tidak perlu lagi antre panjang.
“Kita semua saudara. Mari sama-sama jaga Palopo tetap kondusif. Saya yakin kalau pemerintah, Pertamina, dan masyarakat kompak, masalah ini bisa kita lewati bersama,” tutupnya.

_Laporan: Andi Umar