
Suarindonesia, Makassar – Jalan Hertasning Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), depan kantor sementara DPRD Makassar masih ditutup massa demo pedagang kaki lima (PKL) yang menolak rencana penggusuran. Para pengendara yang melintas terpaksa putar balik dan mencari jalur alternatif imbas penutupan yang sudah berlangsung sekitar 7 jam.
Pantauan detikSulsel di lokasi, Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 13.35 Wita, tampak dua pikap massa demo masih disiagakan di pinggir jalan. Di atas pikap, massa membentangkan bendera dan alat pengeras suara.
Terdengar salah satu orator menyampaikan tuntutannya di depan kantor sementara DPRD Makassar. Massa juga membentangkan spanduk yang menolak penggusuran.
Massa menutup jalan dengan menyusun sejumlah kelapa di tengah Jalan Hertasning Makassar. Massa aksi unjuk rasa berasal dari pedagang es kelapa yang menolak dipindahkan dari kawasan Benteng Rotterdam Makassar.
Massa PKL melakukan demo di depan kantor sementara DPRD Makassar menolak rencana penggusuran. (Iswandy Rusli/detikSulsel)
Demonstrasi yang diwarnai penutupan jalan di depan kantor sementara DPRD Makassar telah dimulai sejak pukul 06.00 Wita. Artinya, massa telah menutup Jalan Hertasning Makassar selama 7 jam hingga siang ini.
“Kami hari ini melakukan aksi unjuk rasa dari jam 6 pagi sampai sekarang dan akan berakhir sampai pada tuntutan kami diterima yakni RDP (rapat dengar pendapat),” kata salah satu orator, Yayat kepada detikSulsel di lokasi.
Yayat menjelaskan, massa menolak rencana Pemkot Makassar untuk menertibkan pedagang es kelapa. Informasi yang diterimanya, penertiban akan digelar pada 21 Juni mendatang.
“Kami ini dari Aliansi PK5 makassar terkait isunya kami adalah penolakan terkait dengan penggusuran khususnya pada tataran wilayah Benteng Rotterdam Makassar. Jadi pedagang es kepala di sana rencananya akan digusur,” jelasnya.
Massa mendesak agar aspirasi mereka diterima langsung Ketua DPRD Makassar Supratman. Massa aksi unjuk rasa tidak akan meninggalkan lokasi sampai aspirasi mereka diterima langsung lewat RDP.
“Jadi ketika memang sampai malam, kami akan bertahan sampai malam. Pada poinnya bahwa kami di malam hari akan secara tertib bahwa tidak akan mengganggu akses lalu lintas dan sebagainya karena poin pertamanya kami adalah RDP itu harus tercapai,” ucap Yayat.
Hingga saat ini, penutupan jalan memaksa pengendara dari arah Jalan Aeropala menuju Jalan Hertasning harus putar balik. Pengendara yang hendak menuju Jalan AP Pettarani, diarahkan melewati Jalan Tamalate IV Makassar.(*)
